Kapan Saat Berbicara yang Tepat?

Kapan Saat Berbicara yang Tepat?

Oleh: Jarjani Usman

“Sesungguhnya Nabi SAW apabila berbicara suatu hal, sekitarnya ada orang yang menghitungnya, niscaya ia akan mudah menghitungnya” (Mutta-faq’alaih).

Seringkali bicara seseorang menentukan baik buruk keadaan sekitarnya. Apalagi yang berbicara seorang pemimpin atau orang terkenal, sehingga hasil bicaranya bisa mempengaruhi masyarakat dalam sebuah daerah, negara, atau bahkan dunia.  Makanya Rasulullah SAW selalu mengharapkan dan memberi contoh dalam berbicara yang baik.

Kehatian-hatian Rasulullah dalam berbicara bukan hanya ditunjukkan dalam kepastiannya sebagai pemimpin umat tetapi juga sebagai seorang pribadi. Sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas, betapa sedikitnya beliau berbicara sehingga mudah dalam menghitung kata-katanya. Makanya Nabi Muhammad dikenal sebagai orang yang sedikit berbicara namun banyak manfaatnya.

Seharusnya, cara beginilah yang dipraktekkan pemimpin dan kita sebagai orang biasa. Tak perlu bicara banyak, tetapi tunjukkan manfaat yang banyak. Anehnya, ada pemimpin yang bukan hanya berbicara banyak tetapi juga membuat pernyataan yang menyinggung perasaan orang lain atau bahkan menipu rakyat, sehingga proyeknya disetujui.  Padahal di balik proyek itu tersimpan niat untuk mengisi kantong pribadinya.

Pemimpin demikian jelas telah berlipat-lipat menyalahgunakan bicaranya. Hati-hatilah, karena Rasulullah mengingatkan, orang yang telah sengaja berbuat dosa tidak akan mendapatkan rezeki kecuali dengan berbuat dosa lagi. Jadi, pemimpin yang telah menipu rakyat berkemungkinan akan mencari rezeki lagi dengan menipu rakyat.

source: serambi, image source: meetdoctor.com

error: Content is protected !!